Saturday, October 1, 2022

Aplikasi Leger Lengkap (SMP) Tahun 2023

  Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua. Apa kabar guru-guru hebat seluruh Indonesia? Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas pokok kita sebagai guru. 

Sebelumnya saya minta maaf mungkin pada aplikasi sebelumnyanya  Aplikasi Leger, Rata-rata Raport, Nilai Ujian Sekolah, dan Surat Keterangan (SMP) ada teman-teman guru yang mengunduh aplikasinya menjadi rusak dan tidak sesuai dengan aplikasi Awalnya. Tapi tenang aplikasinya sudah dibenerin lagi, sekarang sudah bisa diunduh kembali dan aplikasinya mudah-mudahan sesuai dengan harapan.

Nah, sekarang saya mencoba untuk membagikan kembali Aplikasi Leger, Rata-rata Raport, dan Pengolahan Nilai Ujian Sekolah dan Surat Keterangan Kelulusan untuk SMP tahun 2023. 

Aplikasi ini dibuat untuk membantu guru/wali kelas/TU dalam merekap nilai rapor secara komputerisasi (yang tulis tangan tetap harus dilakukan juga ya....) dan Leger pun siap untuk dicetak. Selain itu perhitungan rata-rata sanggup dilakukan secara otomatis dan menghemat segalanya. Untuk inilah saya akan membagikan aplikasi sederhana ini untuk mengolah nilai rapot + leger nilai siswa + Nilai Ujian Sekolah + Surat Keterangan kelulusan siswa.

Silahkan kalau ingin mencoba aplikasi ini aplikasi excel sederhana tanpa ribet.


Silakan unduh disini

Untuk mempermudah mengoperasikan aplikasi ini silahkan baca petunjuk lengkapnya ya.... 


Demikianlah apa yang saya bagikan hari ini semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Wednesday, September 14, 2022

Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai bagian dari Merdeka Belajar

A. Latar Belakang

Kemdikbudristek telah menetapkan Visi Pendidikan Indonesia sebagai  panduan dalam merumuskan kerja pendidikan, yakni "Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat,  mandiri, dan berkepribadian melalui  terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman,  bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan  berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis,  kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global".

Enam Profil Pelajar Pancasila sebagai Dasar Pendidikan
  • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan  YME, dan Berakhlak mulia
Pelajar Indonesia yangberakhlakmulia adalah pelajar yang  berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha  Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaan serta  menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-  hari.
  • Berkebinekaan Global
Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, loyalitas,  dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam  berinteraksi dengan budaya lainnya, sehingga  menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan  terbentuknya budaya baru yangpositif dan bertetangga  dengan budaya luhur bangsa.
  • Gotong Royong
Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong-royong,  yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara  bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang  dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

  • Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar  yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.

  • Bernalar Kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif  memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif,  membangun keterkaitan antar berbagai informasi,  menganalisis informasi, mengevaluasi dan  menyimpulkannya. 

  • Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan  menghasilkan suatu yang orisinil, bermakna, bermanfaat,  dan berdampak. 

Hasil Asesmen Nasional yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudriatek) pada 2021 dirilis Mendikbudristek Nadiem Makarim. Berdasarkan hasil asesmen yang diikuti oleh lebih dari 6,5 juta peserta didik, terdapat isu kompetensi siswa di Indonesia dengan perbedaan capaian per jenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA/sederajat.
Sumber: Kemendikbudriatek

Selain itu, Isu-Isu Perundungan dan Kekerasan Seksual Perlu Menjadi Perhatian  Khusus dalam Satuan Pendidikan (data bersumber dari AN seluruh jenjang (SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/MA/sederajat).
  • 24,4% peserta didik berpotensi mengalami  insiden perundungan di  satuan pendidikan dalam  satu tahun terakhir
  • 22,4% peserta didik menjawab “Pernah”  pada pertanyaan survei  yangmenunjukkan  potensi insiden  kekerasan seksual
Maka dari itu, untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, dikeluarkan kebijakan Merdeka Belajar bagi tercapainya pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan berkualitas dalam hal ini adalah memastikan peserta didik  mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan  berkarakter.

B. Rapor Pendidikan 
Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih menekankan pada orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi. Peluncuran platform Rapor Pendidikan didasari oleh Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan Oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Platform ini ditujukan untuk satuan pendidikan dan pemerintah daerah agar bisa mengidentifikasi tantangan pendidikan di satuan Pendidikan dan menjadi bahan untuk refleksi sehingga bisa menyusun rencana perbaikan pendidikan secara lebih tepat dan berbasis data. Satuan pendidikan dapat melihat secara detail elemen-elemen per dimensi, sehingga dapat menggali kondisi capaian dan proses pembelajaran di tempat masing-masing.
Rapor Pendidikan dapat digunakan sebagai referensi utama dalam menganalisa, merencanakan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan. Data yang disajikan objektif dan andal karena laporan tersaji secara otomatis dan terintegrasi. Rapor pendidikan juga berfungsi sebagai instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik evaluasi internal maupun eksternal yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).
Rapor Pendidikan memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan Rapor Mutu. Rapor Mutu  mengukur delapan indikator capaian pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan dengan menggunakan data yang bersumber dari Dapodik dan hasil penginputan langsung oleh sekolah melalui aplikasi EDS. Sedangkan Rapor Pendidikan mengukur indikator yang disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan yang diturunkan dari delapan Standar Nasional Pendidikan. Satuan pendidikan juga tidak melakukan pengisian (input) data ke aplikasi, namun data diambil dari berbagai sistem dan sumber data yang sudah ada, seperti Dapodik, SIMPKB, AN, BPS, dan sumber lain yang relevan. 
Rapor Pendidikan dapat diakses melalui laman situs https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/ di peramban desktop maupun ponsel pintar Anda.  Untuk masuk ke dalam dashboard, satuan pendidikan maupun Dinas Pendidikan daerah wajib menggunakan akun pembelajaran (belajar.id). 
Yang dapat mengakses Rapor Pendidikan hanyalah kepala dan operator satuan pendidikan serta pejabat dinas yang ditunjuk. Namun pada rilis berikutnya, tenaga pendidik juga akan diberikan akses untuk masuk ke platform Rapor Pendidikan.
Cara Masuk ke platform Raport Pendidikan: 
  • Masuk ke halaman situs https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/ 
  • Klik tombol “Masuk sebagai Satuan / Dinas Pendidikan” di halaman ini (raporpendidikan.kemdikbud.go.id/)
  • Pilih akun Google dengan alamat email berakhiran @dinas.belajar.id atau @admin.jenjang.belajar.id
Platform Rapor Pendidikan
  • Ketika Anda mengakses Rapor Pendidikan dan kemudian muncul halaman "Anda Tidak Memiliki Akses". Hal tersebut bisa muncul karena:
  1. Anda menggunakan akun email pribadi. Untuk itu, silakan masuk menggunakan Akun Belajar.id yang berakhiran @dinas.belajar.id, atau @admin.jenjang.belajar.id
  2. Anda bukan kepala satuan pendidikan, dinas pendidikan daerah, atau operator sekolah. 
  3. Anda belum memiliki Akun Belajar.id
  4. Anda belum mengaktifkan Akun Belajar.id 
  • Jika, Anda sukses dapat mengakses Rapor Pendidikan  kemudian akan muncul halaman berikut:
halaman Rapor Satuan Pendidikan
dari halaman tersebut dapat mengetahui informasi  Ringkasan Kualitas Pendidikan Satuan Pendidikan Anda. seperti:
  • Mutu Hasil Belajar Peserta Didik
  • Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
  • Kompetensi GTK, dan 
  • Menilai kualitas pendidikan satuan pendidikan dengan Melihat Keseluruhan Data

C. Perencanaan Berbasis Data (PBD) 
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah perencanaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan, program pendidikan, lembaga pendidikan, maupun pemerintah daerah yang didasarkan pada data Rapor Pendidikan. Perencanaan berbasis data bertujuan untuk mencapai peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.
Selain itu, perencanaan berbasis data juga bertujuan memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan dinas maupun satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat melakukan refleksi diri dengan menganalisis data dalam Rapor Pendidikan, mengidentifikasi akar masalah, dan menyusun rencana kegiatan dalam RKAS atau RKPD untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam konteks perencanaan berbasis data, satuan pendidikan dan dinas pendidikan daerah dapat melakukan transformasi pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar dan melakukan perencanaan menggunakan data dari Rapor Pendidikan untuk  melakukan refleksi dan evaluasi bersama tenaga pendidik di satuan pendidikan untuk kemudian digunakan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat sebagai upaya peningkatan kualitas satuan pendidikan.
Untuk mendapatkan Laporan Rapor Pendidikan  dan Rekomendasi Perencanaan Berbasis Data (PBD), dengan cara masuk ke halaman Tindak Lanjut pada platform Rapor Pendidikan. Laporan akan terunduh dalam format Excel dan terdiri dari data ringkasan serta detail masing-masing indikator dengan mengklik Unduh Rapor Pendidikan. Setelah mengunduh Rapor Pendidikan Anda, langkah selanjutnya adalah merencanakan peningkatan kualitas pendidikan berdasarkan data tersebut. Kemendikbudristek juga telah menyediakan 1) Dokumen Rekomendasi PBD sebagai panduan perencanaan, serta 2) Dokumen Uraian Kegiatan ARKAS sebagai referensi Anda dalam menganggarkan tindak lanjut ke aplikasi ARKAS. Kedua dokumen tersebut dapat Anda unduh melalui tombol Unduh Rekomendasi PBD.
Pada halaman Tindak Lanjut kita dapat mendapatkan informasi dalam format Excel:
  1. Laporan Rapor Pendidikan: berisi keseluruhan indikator dan nilai yang dicapai satuan pendidikan berdasarkan hasil Asesmen Nasional
  2. Rekomendasi PBD: berisi rekomendasi perencanaan berbasis data (PBD) dengan menampilkan 5 indikator prioritas Kemendikbudristek (literasi, numerasi, karakter, keamanan, dan kebhinekaan).
  3. Uraian Kegiatan Arkas: berisi rekomendasi kegiatan yang dapat dilaksanakan satuan pendidikan (berdasarkan rekomendasi PBD) dan kode kegiatan ARKAS terkait.
Dan pada Rekomendasi PBD terdapat:
  • Prioritas Rekomendasi: rekomendasi PBD dengan menampilkan 5 AKAR MASALAH UTAMA berdasarkan nilai terendah dari indikator prioritas level 1. 
  • Seluruh Rekomendasi: rekomendasi PBD dengan menampilkan SELURUH AKAR MASALAH berdasarkan nilai terendah dari masing-masing indikator prioritas level 1. 
Semoga dengan hasil Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang sudah ada, maka satuan  pendidikan dapat mengidentifikasi, merefleksikan, dan membenahi kondisi  satuan pendidikannya, Sehingga satuan pendidikan (sekolah) sebagai penyelenggara pendidikan yang lebih baik dan berkualitas sesuai dengan visi pendidikan Indonesia. Demikian tulisan singkat ini semoga dapat bermanfaat.


Sumber: 
https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/app
https://ditsmp.kemdikbud.go.id/yuk-manfaatkan-rapor-pendidikan-untuk-perencanaan-berbasis-data/
https://pusatinformasi.raporpendidikan.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/10449685680921-Menerapkan-Perencanaan-Berbasis-Data-PBD-untuk-Pendidikan-Dasar-dan-Menengah-Dikdasmen-







Wednesday, July 13, 2022

Asesmen Diagnostik

 

Fungsi Asesmen


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Asesmen Diagnostik merupakan penilaian/asesmen yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan model belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam. Kemampuan dan keterampilan peserta didik di dalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Peserta didik yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya. Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian Bapak/Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif.

Tujuan Asesmen Diagnostik

A. Asesmen diagnostik non-kognitif

Tujuan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

  • Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  • Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
  • Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
  • Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

Persiapan. Contoh:

  • Siapkan alat bantu berupa gambar-gambar yang mewakili
  • Buat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa

Pelaksanaan. Contoh: 

  • Meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya, bisa dengan cara bertutur langsung (bercerita), menuliskannya, atau melalui gambar.
  • Pelaksanaan dapat dilakukan dengan strategi tanya-jawab:
  • Memastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
  • Menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu siswa menemukan jawabannya
  • Memberikan waktu berpikir pada siswa sebelum menjawab pertanyaan

Tindak Lanjut. Contoh:

  • Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
  • Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
  • Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran


B. Asesmen diagnostik kognitif

Tujuan asesmen diagnostik kognitif adalah:

  • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
  • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
  • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:

Persiapan & Pelaksanaan

  1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen
  2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
  3. Susun pertanyaan sederhana yang meliputi:

    • 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru
    • 6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah
    • 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah (sesuaikan pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajaran di jenjang sekarang)
    • Berikan asesmen untuk semua siswa di kelas, baik yang belajar tatap muka di sekolah maupun yang belajar di rumah

Tindak Lanjut

1. Lakukan pengolahan hasil asesmen

    • Buat penilaian dengan kategori “Paham utuh”, “Paham sebagian”, dan “Tidak paham”
    • Hitung rata-rata kelas
2. Bagi siswa menjadi tiga kelompok:

    • Siswa dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya
    • Siswa dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi
    • Siswa dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
3. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan siswa

4. Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi yang variatif), sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.

Guru mata pelajaran harus melakukan asesmen diagnostik karena asumsinya belum tentu peserta didik menyukai atau memahami semua mata pelajaran yang diampunya. Peserta didik menyukai satu pelajaran tetapi kurang memahami di pelajaran lainnya, sehingga bisa dilakukan pemetaan dengan kemampuan kompetensinya. Semakin banyak guru mata pelajaran melakukan asesmen diagnostik secara berkala maka akan semakin banyak data dan akan baik dalam memberikan layanan yang terkait dengan karakteristik peserta didik. Biasnya capaian pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya karena kondisi ekonomi dan kondisi sosial lingkungan peserta didik. Dengan demikian siapa saja yang perlu dibantu atas ketertinggalan capaian pembelajaran dan instrumen apa saja yang mesti disiapkan untuk menanganinya.

Dalam hal ini, Sekolah perlu membentuk tim penyusun asesmen diagnostik sekolah yang melibatkan pemangku kebijakan/stakeholder, kepala sekolah, guru-guru, dan orang tua.

Dengan asessmen diagnostik kemampuan atau karakteristik peserta didik bisa mempengaruhi metodologi dan model pembelajaran terbaik apa yang bisa diterapkan dan sesuaikan dengan capaian pembelajaran peserta didik yang terbarukan atau kekinian, bukan lagi teoritis semata tetapi juga kepada skill dan sikap. Dengan hal ini asesmen diagnostik bisa diterapkan dengan mengutamakan keberagaman siswa sebagaimana hakikat pendidikan sepanjang hayat. Guru sebagai fasilitator pembelajaran akan tahu hasil asesmen diagnostik maka apapun model pembelajaran akan sangat mudah diterapkan terhadap kaberagaman karakteristik peserta didik. Baik itu tutor sebaya, peer teaching dan lainnya.

Mengenai metode atau model pembelajaran sebenarnya tidak ada satu pun yang baku atau paling cocok dan bahkan yang terbaik. Tetapi yang ada adalah bagaimana guru bisa mengemas menggunakan berbagai model atau metode yang bervariasi, mampu menggali kreativitas, inovasi, eksplorasi, improvisasi dan komunikasi yang harmonis dengan peserta didik. Apabila kita sudah mengenal karakteristik siswa yang beragam harus memperhatikan mayoritas terlebih dahulu dari hasil asesmen diagnostik dari tipe kecenderungan anak belajar seperti apa, sehingga bisa mentukan keinginan anak seperti apa dan bagaimana guru bisa menggunakan model atau metode yang bervariasi.

Dengan menggunakan asesmen diagnostik diharapkan dapat digunakan untuk memetakan kemampuan siswa secara cepat. Salah satunya adalah mengetahui karakteristik dari aspek pemahaman terhadap materi. Mana siswa yang sudah paham, mana siswa yang sudah cukup paham dan mana yang belum paham mengenai capaian materi. Dari karakteristik yang sudah diketahui melalui asesmen, maka guru akan bisa menentukan dan memilih metode atau model pembelajaran yang tepat, guru juga dapat memilih alat, bahan atau media yang akan digunakan secara tepat, guru juga dapat menyesuaikan materi dengan kemampuan rata-rata siswanya.

Demikian pembembahasan terkait asesmen diagnostik, semoga dapat bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sumber :

https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/perkenalan/asesmen/jenis/diagnostik/

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/pentingnya-guru-melakukan-asesmen-diagnostik#:~:text=Asesmen%20Diagnostik%20merupakan%20penilaian%2Fasesmen,kondisi%20peserta%20didik%20yang%20beragam.



Monday, May 30, 2022

Aplikasi Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) Tahun 2022

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Salam sejahtera untuk kita semua. Dalam menunjang administrasi di sekolah, kita harus mempunyai dan menyimpan banyak format surat menyurat yang dibutuhkan oleh sekolah. Diantara surat yang sering dibutuhkan oleh siswa adalah Surat Keterangan Kelakuan Baik atau yang lebih sering disebut dengan SKKB. Surat ini banyak dibutuhkan untuk proses mutasi dan melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

SKKB adalah Surat Keterangan Kelakuan Baik yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah dan diberikan kepada siswa untuk menunjukkan bahwa siswa tersebut keluar dari sekolah dengan cara baik-baik, bukan karena dikeluarkan atau diberhentikan.

Kali ini saya mencoba untuk membagikan aplikasi yang dibuat berbasis excel sehingga mudah untuk digunakan oleh bapak/ibu guru di sekolah.

Bagi yang memerlukan aplikasi isi, silahkan download di sini.

Semoga dapat bermanfaat.

Wassalammu'alaikum Wr. Wb.


Wednesday, April 20, 2022

Aplikasi Pengolahan Nilai Untuk Leger dan Surat Keterangan Kelulusan SMP Tahun 2022

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua. Apa kabar guru-guru hebat seluruh Indonesia? Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas pokok kita sebagai guru. 

Cover Aplikasi

Sebelumnya saya minta maaf mungkin pada aplikasi sebelumnyanya  Aplikasi Leger, Rata-rata Raport, Nilai Ujian Sekolah, dan Surat Keterangan (SMP) ada teman-teman guru yang mengunduh aplikasinya menjadi rusak dan tidak sesuai dengan aplikasi Awalnya. Tapi tenang aplikasinya sudah dibenerin lagi, sekarang sudah bisa diunduh kembali dan aplikasinya mudah-mudahan sesuai dengan harapan.

Nah, sekarang saya mencoba untuk membagikan kembali Aplikasi Leger, Rata-rata Raport, dan Pengolahan Nilai Ujian Sekolah dan Surat Keterangan Kelulusan untuk SMP tahun 2022. 

Aplikasi ini dibuat untuk membantu guru/wali kelas/TU dalam merekap nilai rapor secara komputerisasi (yang tulis tangan tetap harus dilakukan juga ya....) dan Leger pun siap untuk dicetak. Selain itu perhitungan rata-rata sanggup dilakukan secara otomatis dan menghemat segalanya. Untuk inilah saya akan membagikan aplikasi sederhana ini untuk mengolah nilai rapot + leger nilai siswa + Nilai Ujian Sekolah + Surat Keterangan kelulusan siswa.

Silahkan kalau ingin mencoba aplikasi ini aplikasi excel sederhana tanpa ribet.

cover leger

Silakan unduh disini

Untuk mempermudah mengoperasikan aplikasi ini silahkan baca petunjuk lengkapnya ya.... 


Demikianlah apa yang saya bagikan hari ini semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tuesday, March 8, 2022

Lupa Password Akun Belajar.id, Ini Cara Resetnya.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bapak/Ibu Guru Hebat, Apa yang kita lakukan ketika kita lupa password akun pembelajaran? Cara yang paling mudah adalah lakukan reset password, itu solusinya. Reset password artinya kita mengajukan password baru kepada admin. Berkaitan dengan akun pembelajaran, siapa yang bertugas sebagai Admin di masing-masing satuan pendidikan? OPS (Operator Sekolah) kah, atau kepala TU kah, atau Kepala Sekolah kah? Akun Admin ada embel-embel adminnya, kalo di SMP, ***@admin.smp.belajar.id. Akun admin ini biasanya milik Kepala Sekolah di masing-masing Satuan Pendidikan  SMP.

Admin dapat mereset akun PD (Peserta Didik) dan akun PTK. Berikut cara mereset akun pembelajaran yang lupa password:

1. Buka Browser Google Chrome







2. Klik persegi sembilan titik, scroll ke bawah klik admin








3. Selanjutnya, login sebagai admin








4. Selanjutnya, klik pengguna 








5. Kemudian cari akun yang akan kita reset, klik Reset password. Ada dua pilihan buat password secara otomatis dan buat sandi sesuai keinginan pemilik akun.








6. Berikan password baru hasil reset tersebut kepada yang bersangkutan, untuk melakukan aktivasi ulang.

Demikian cara mereset password akun pembelajaran, semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Friday, October 15, 2021

TINGKATAN BERPIKIR DAN KATA KERJA OPERASIONAL (KKO)


Klasifikasi Tingkatan Berpikir Taksonomi Bloom

Klasifikasi Tingkatan Berpikir Taksonomi Bloom
Klasifikasi Tingkatan Berpikir Taksonomi Bloom

Klasifikasi tingkatan berpikir telah banyak dibahas para ahli. Klasifikasi atau taksonomi yang paling dikenal dalam dunia pendidikan ialah Taksonomi Bloom. Taksonomi tersebut dikemukakan pertama kali oleh Benyamin Bloom pada tahun 1956. Empat puluh tahun kemudian, Taksonomi Bloom mengalami beberapa penyesuaian oleh para ahli pendidikan, diantaranya adalah Lorin Anderson dan David Krathwol. Dalam Taksonomi Bloom yang direvisi tersebut, dirumuskan 6 level proses berpikir, yaitu:

  • mengingat (remembering)
  • memahami (understanding)
  • menerapkan (applying)
  • menganalisis (analyzing)
  • mengevaluasi (evaluating)
  • mengkreasi (creating)

Jenis dan Sub Jenis Dimensi Pengetahuan 

dimensi pengetahuan dan proses kognitif

A. Pengetahuan Faktual 

Pengetahuan Faktual adalah unsur-unsur dasar yang harus diketahui oleh siswa untuk berkenalan dengan suatu disiplin ilmu atau menyelesaikan masalah di dalamnya. 
Pengetahuan Faktual meliputi:
  • Pengetahuan tentang istilah
  • Pengetahuan tentang detail  suatu hal dan unsur-unsur 

Contoh Pengetahuan Faktual:

  • Kosakata teknis, simbol musik
  • Sumber daya alam utama, sumber informasi yang dapat dipercaya 

B. Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan Konseptual adalah pengetahuan yang berkenaan dengan hubungan antar unsur-unsur dasar dalam suatu susunan yang besar secara fungsional.
Pengetahuan Konseptual meliputi:

  • Pengetahuan tentang klasifik  dan kategori
  • Pengetahuan tentang prinsip- prinsip dan generalisasi
  • Pengetahuan tentang teori,  model, dan struktur 

Contoh Pengetahuan Konseptual:

  • Periode waktu geologi
  • bentuk-bentuk kepemilikan bisnis
  • teorema Phytagoras
  • teori evolusi
  • hukum Newton


C. Pengetahuan Prosedural 

Pengetahuan Prosedural berkaitan dengan bagaimana melakukan sesuatu, metode-metode dalam inkuiri, dan kriteria untuk menggunakan skill, algoritma, teknik, dan metode.
Pengetahuan Prosedural meliputi:

  • Pengetahuan tentang keahlian-keahlian khusus dan algoritma
  • Pengetahuan tentang teknik dan  metode khusus suatu bidang   
  • Pengetahuan tentang kriteria  untuk penentuan ketika menggunakan prosedur yang sesuai 

Contoh Pengetahuan Prosedural:

  • Keahlian untuk melukis dengan cat air
  • Kriteria yang digunakan untuk penentuan ketika menerapkan prosedur yang melibatkan Hukum-hukum Newton.

D. Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan Metakognitif adalah pengetahuan kognitif  secara umum sebagaimana kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki seseorang.
Pengetahuan Metakognitif meliputi:

  • Pengetahuan strategi
  • Pengetahuan tentang tugas-tugas  kognitif, termasuk pengetahuan  kontekstual dan kondisional yang  sesuai 

Contoh Pengetahuan Metakognitif:

  • Pengetahuan  membuat garis besar
  • Pengetahuan tentang tipe tes yang biasa digunakan oleh guru
  • Pengetahuan tentang tuntutan kognitif dari tugas-tugas yang berbeda 

Kata Kerja Operasional dalam Taksonomi Bloom

C1- Pengetahuan

Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indeks
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis

C2-Pemahaman

Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan

C3 – Aplikasi

memerlukan
menyesuaikan
mengalokasikan
mengurutkan
menerapkan
menentukan
menugaskan
memperoleh
mencegah
mencanangkan
mengkalkulasi
menangkap
memodifikasi
mengklasifikasikan
melengkapi
menghitung
membangun
membiasakan
mendemonstrasikan
menurunkan
menentukan
menemukan
menggambarkan
menemukan kembali
menggunakan
melatih
menggali
membuka
mengemukakan
membuat faktor
membuat gambar
membuat grafik
menangani
mengilustrasikan
mengadaptasi
menyelidiki
memanipulasi
mempercantik
mengoperasikan
mempersoalkan

C4 – Analisis

menganalisis
Mengaudit/ memeriksa
membuat blueprint
membuat garis besar
memecahkan
Mengkarakteristik-kan
membuat dasar pengelompokkan
merasionalkan
menegaskan
membuat dasar pengkontras
mengkorelasikan
mendeteksi
mendiagnosis
mendiagramkan
mendiversifikasi
menyeleksi
memerinci ke bagian-bagian
menominasikan
Mendokumentasi-kan
menjamin
menguji
mencerahkan
menjelajah
membagankan
memngumpulkan
membuat kelompok
mengidentifikasi
mengilustrasikan
menyimpulkan
menginterupsi
menemukan
menelaah
menata
mengelola
memaksimalkan
meninimalkan
mengoptimalkan
memerintahkan
menggarisbesarkan
memberi tanda/kode
memprioritaskan
mengedit

C5 – Evaluasi

mempertimbangkan
menilai
membandingkan
menyimpulkan
mengkontraskan
mengarahkan
mengkritik
menimbang
mempertahankan
memutuskan
memisahkan
memprediksi
menilai
memperjelas
merangking
menugaskan
menafsirkan
memberi pertimbangan
membenarkan
mengukur
memproyeksi
memerinci
menggradasi
merentangkan
merekomendasikan
melepaskan
memilih
merangkum
mendukung
mengetes
memvalidasi
membuktikan kembali

C6 – Kreasi

mengabstraksi
menganimasi
mengatur
mengumpulkan
mendanai
mengkategorikan
mengkode
mengkombinasikan
menyusun
mengarang
membangun
menanggulangi
menghubungkan
menciptakan
mengkreasikan
mengkoreksi
memotret
merancang
mengembangkan
merencanakan
mendikte
meningkatkan
memperjelas
memfasilitasi
membentuk
merumuskan
Menggeneralisasi-kan
menumbuhkan
menangani
mengirim
memperbaiki
menggabungkan
memadukan
membatasi
menggabungkan
mengajar
membuat model
mengimprovisasi
membuat jaringan
mengorganisasikan
mensketsa
mereparasi
KKO DALAM TAKSONOMI BLOOM REVISI
Bagan Taksonomi Bloom

Tiga Proses Kognitif Berpikir Tingkat Tinggi

Susan Brookhart mengkategorikan tiga proses kognitif paling atas pada taksonomi Bloom, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi sebagai proses berpikir tingkat tinggi. Susan menjelaskan tiga proses kognitif tersebut sebagai berikut.

1. Menganalisis 
Proses kognitif pada kegiatan menganalisis bersesuaian dengan mengurai informasi ke dalam bagian-bagian dan menentukan atau menjelaskan bagaimana bagian-bagian tersebut terkait. Soal mengukur analisis ketika peserta harus menyimpulkan berdasarkan analisis dari bagian-bagian teks atau stimulus
Contoh soal kategori menganalisis: 
menemukan atau menentukan ide-ide pokok, argumen, asumsi dari suatu teks yang tidak disampaikan secara eksplisit; menentukan atau menyusun bukti yang mendukung dan tidak mendukung untuk suatu deskripsi kasus; menentukan pandangan penulis esai dari sudut pandang tertentu

2. Mengevaluasi 
Kegiatan mengevaluasi sesuai dengan tujuan; membuat pertimbangan/ judgement berdasarkan standar atau kriteria.
Contoh soal mengevaluasi: 
menentukan metode yang memberikan solusi yang paling tepat untuk masalah yang disajikan; menentukan ketepatan kesimpulan peneliti berdasar data yang disajikan.

3. Mengkreasi 
Kegiatan dalam mengkreasi adalah menyatukan unsur-unsur untuk membentuk suatu kesatuan; menata ulang unsur-unsur untuk membentuk pola atau stuktur yang baru.
Contoh kegiatan mengkreasi:
merencanakan karya tulis ilmiah berdasarkan topik yang diberikan; menyusun desain eksperimen; menyusun hipotesis untuk menerangkan fenomena yang tampak; menyusun akhir cerita

Untuk kepentingan penilaian tingkat nasiona Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) mengkategorikan proses berpikir menjadi 3 level kognitif, yakni :
1. Level 1: Pengetahuan dan Pemahaman
mengukur kemampuan untuk mengingat dan memahami pengetahuan yang telah dipelajari.
2. Level 2: Aplikasi
mengukur kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks atau situasi yang familier atau rutin.
3. Level 3: Penalaran
mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang tidak hanya sekedar mengingat dan memahami. Proses berpikir yang termasuk dalam level ini seperti menganalisis, mengevaluasi, mengkreasi, berpikir logis, berpikir kritis, berpikir kreatif, menyelesaikan masalah pada konteks baru atau non rutin.

Pemerintah mengharapkan para peserta didik mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan HOTS atau Keterampilan Bepikir Tingkat Tinggi. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creative and innovative), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration), dan kepercayaan diri (confidence).

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Banyak hal yang perlu kita gali dan diterapkan dalam proses belajar dan mengajar pada saat ini.

Maju terus pendidikan Indonesia.