Thursday, January 21, 2021

Pengimbasan Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum SMP - Angkatan 2

 

Pengimbasan Bimtek Guru Belajar 

Seri Asesmen Kompetensi Minimum SMP - Angkatan 2


Oleh : 

Zulfian Yusmana, M.Pd

Guru SMPN 7 Cibeber





  1. Pengertian Asesmen Nasional

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.


  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kompetensi mendasar literasi membaca dan numerasi siswa. 

  2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa

  3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.


B. Tujuan dan Manfaat Asesmen Nasional

Perubahan sistem evaluasi dari Ujian Nasional ke Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh. Asesmen Nasional dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar siswa. 


Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau: (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu). 


Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa. 


Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.


Maka dari itu, hasil Asesmen Nasional sendiri diharapkan mampu memberikan manfaat, bukan sekedar nilai belaka. Pada tahun 2021, Mendikbud telah menyatakan bahwa hasil Asesmen Nasional dimaksudkan sebagai peta awal mutu sistem pendidikan secara nasional. Asesmen Nasional tidak akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja sekolah maupun daerah. Berikut infografis yang menjelaskan manfaat asesmen nasional.



Kaitannya dengan infografis tersebut, secara jangka panjang Asesmen Nasional memberi kesempatan sekaligus menuntut guru dan sekolah untuk memperbaiki kualitas pengajarannya guna menciptakan siswa yang lebih kompeten. Hal ini terlihat dari penekanan pembelajaran dan asesmen yang lebih fokus pada daya nalar dalam bentuk literasi membaca dan numerasi. Hal ini juga mendorong guru dan sekolah mengubah praktik-praktik pembelajaran lama yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. 


Bagaimana contohnya? Misalnya, guru ingin mengembangkan keterampilan literasi pada siswa. Dalam hal ini, guru perlu memotivasi siswa untuk membaca tidak hanya dari buku teks, tetapi bisa dari berbagai sumber. Guru juga perlu mengajak siswa berdiskusi dan mengevaluasi informasi yang dibaca, tidak sekedar meringkas dan mengulang kembali. Bagaimana dengan keterampilan numerasi? Pada keterampilan numerasi, guru perlu memastikan siswa memiliki intuisi angka (number sense) dan pemahaman aritmatika dasar sejak dini. Guru juga perlu memandu siswa memecahkan masalah terkait numerasi yang terjadi dalam konteks kehidupannya. Hal ini disebabkan masalah yang menuntut diskusi dan penalaran tidak dapat dipecahkan hanya dengan menghafal rumus semata.


C. Perbandingan AN dan UN

Berikut penjelasan setiap poin pembeda AN dan UN:

Tujuan penyelenggaraan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan pada topik dan aktivitas sebelumnya, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan di Indonesia, sedangkan Ujian Nasional bertujuan untuk mengevaluasi capaian hasil belajar siswa secara individu. 


AN diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Ini termasuk MI, MTS dan MAN, serta program kesetaraan. Sementara UN berlaku mulai jenjang pendidikan menengah pertama dan atas saja.


Asesmen Nasional tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan. Yaitu pada kelas 5, 8, 11. Hal ini dilakukan untuk mendorong guru dan sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan AN. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.


Pada pelaksanaannya, Asesmen Nasional menggunakan metode survei. Metode survei dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah. Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional yang menggunakan metode sensus dimana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.


Model soal asesmen yang diberikan dalam AN lebih bervariasi bukan sekedar pilihan ganda dan uraian singkat sebagaimana yang diberikan dalam UN.


Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca dan numerasi. Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Sementara Ujian Nasional berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu. Hal inilah yang terkadang memberi kesan mata pelajaran yang penting dan kurang penting dalam pendidikan. Dalam hal ini, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran. 


Metode penilaian AN dan UN pun berbeda meskipun keduanya berbasis komputer. AN menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, dimana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya. .


D. Evaluasi Ujian Nasional

Kebijakan pelaksanaan Asesmen Nasional juga berangkat dari evaluasi yang dilakukan terhadap Ujian Nasional yang telah berlangsung selama ini. Ujian Nasional menjadi lebih berorientasi pada pencapaian hasil belajar individu dan pembelajaran yang berorientasi pada ujian. Sasaran kompetensi yang diharapkan sebagai perbaikan mutu pendidikan sendiri seringkali terabaikan. Selain itu, beberapa poin evaluasi berikut ini juga menjadi pertimbangan untuk menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional dan menetapkan penyelenggaraan Asesmen Nasional. 


Pertama, Butir-butir soal UN hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, sehingga input dan proses pembelajaran kurang dapat tergambarkan dengan baik. Hal ini belum sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang relevan dengan Abad 21, sebagaimana tercermin pada Kurikulum 2013. Harapan untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam menerapkan pengetahuan serta konsep melalui berbagai konteks kehidupan, serta menunjukan karakter sebagaimana yang diharapkan dalam profil pelajar pancasila belum lengkap dilakukan melalui UN saja.


Kedua, UN kurang dapat dimanfaatkan guru untuk memperbaiki pembelajaran pada subjek siswa yang sama. Asesmen Nasional dirancang untuk memberi dorongan lebih kuat ke arah pengajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi, termasuk di dalamnya kemampuan bernalar.


Ketiga, UN kurang optimal sebagai alat untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara nasional. Hal ini disebabkan UN diterapkan di akhir jenjang pendidikan lebih sebagai assessment of learning yang mengukur capaian akhir.


Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir tingkat 2, tingkat 4 dan tingkat 6 program kesetaraan.


Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagian siswa? 

Hal ini terkait dengan tujuan dan fungsi Asesmen Nasional. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi siswa sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu siswa menjadi kewenangan pendidik. Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua siswa perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili populasi siswa di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional.


Mengapa yang menjadi sampel adalah siswa kelas V, VIII dan XI? 

Hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar siswa yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut. Selain itu, Asesmen Nasional juga digunakan untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam Asesmen Nasional. 


Perlu diketahui, selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh semua guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan. Sementara Asesmen Kompetensi Minimum untuk pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai ujian kesetaraan. 


Dalam penilaiannya asesmen literasi membaca tidak hanya mengukur topik atau konten tertentu tetapi berbagai konten, berbagai konteks dan pada beberapa tingkat proses kognitif. 


Konten pada Literasi Membaca menunjukkan jenis teks yang digunakan, dalam hal ini dibedakan dalam dua kelompok yaitu teks informasi dan teks fiksi. Kemudian, tingkat proses kognitif menunjukkan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Pada Literasi Membaca, level tersebut adalah menemukan informasi, interpretasi dan integrasi serta evaluasi dan refleksi. Sedangkan konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.


Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat kompetensi siswa. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian siswa akan memudahkan siswa menguasai konsep, keterampilan dan konten yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.


Laporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum yang menunjukan kategori kompetensi dasar sekolah, perlu ditindaklanjuti dengan perubahan strategi pembelajaran. Sejalan dengan tujuan Asesmen Nasional untuk mencapai kompetensi siswa dan peningkatan mutu pendidikan, maka praktik pembelajaran pun sedikit demi demi sedikit perlu berubah dari pembelajaran yang berbasis konten menuju pembelajaran yang berbasis kompetensi. 


Kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik, misalnya mampu melakukan tugas atau pekerjaan secara efektif. Kompetensi juga mencakup pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal, atau bahkan keterampilan yang jauh lebih besar dan lebih beragam. Misalnya memimpin organisasi.

Pada pembelajaran berbasis kompetensi, siswa diharapkan mampu mendemonstrasikan pengetahuan, penguasaan konsep, dan keterampilan dalam dan sebagai proses pembelajaran. Karakteristik utama dari pembelajaran berbasis kompetensi adalah fokusnya pada tingkat penguasaan. Dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi, siswa melakukan pembelajaran sesuai dengan tahapan penguasaan kompetensinya hingga tuntas sebelum akhirnya mampu melanjutkan pada tahap penguasaan kompetensi berikutnya. Sebagai sebuah proses, pembelajaran berbasis kompetensi ini membutuhkan waktu sehingga sedikit demi sedikit siswa menunjukan penguasaan pengetahuan, konsep dan keterampilan untuk memecahkan masalah. Termasuk menunjukan karakter yang ingin dicapai. Bukan sekedar menguasai konten materi pembelajaran semata.


Kekuatan pembelajaran berbasis kompetensi terletak pada fleksibilitasnya karena siswa dapat bergerak dengan kecepatan belajar mereka sendiri. Ini mendukung siswa dengan latar belakang pengetahuan yang beragam, tingkat literasi yang berbeda dan bakat terkait lainnya. Tantangan pembelajaran berbasis kompetensi bagi guru antara lain adalah, kemampuan untuk mengidentifikasi tahapan kompetensi dasar siswa termasuk literasi dan numerasi. Namun laporan hasil AKM dapat membantu memetakan tahapan kompetensi siswa. 



Asesmen seringkali dipersepsikan sebagai upaya menentukan nilai murid. Tidak heran apabila banyak dari kita yang berusaha keras melakukan upaya agar nilai murid kita setinggi mungkin. Nilai murid menjadi sasaran kinerja. Padahal peran asesmen yang pertama dan utama bukan lah menentukan nilai murid.


Peran pertama dan utama asesmen harus dilihat sebagai bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Kerangka yang sering digunakan adalah segitiga belajar yang mengkaitkan antara asesmen, kurikulum dan pembelajaran. Segitiga belajar membantu kita tidak melihat asesmen, kurikulum dan pembelajaran sebagai aspek yang berdiri sendiri. Guru dan pemimpin sekolah dapat melakukan penyelarasan antar 3 aspek yang menentukan pengalaman belajar murid.


Dalam segitiga belajar, maka makna masing-masing segi adalah sebagai berikut:


Kurikulum: Seperangkat kompetensi yang penting dikuasai murid dengan menggunakan cara belajar dan asesmen tertentu. Pengembangan kurikulum, selain mengacu pada tantangan dunia nyata, hendaknya mengacu pada hasil asesmen dan refleksi praktik pembelajaran.


Pembelajaran: Serangkaian aktivitas yang dirancang dan dilakukan di ruang kelas berdasarkan kompetensi awal murid yang diketahui dari hasil asesmen dan untuk mencapai sasaran kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Pembelajaran memadukan informasi dari asesmen dengan informasi dari kurikulum. Keseimbangan antara paduan tersebut yang akan menghasilkan pembelajaran yang optimal.


Asesmen: Proses mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan sejumlah informasi yang terkait pencapaian kondisi murid dan penguasaan suatu kompetensi tertentu. Asesmen diagnosis: asesmen di awal untuk merancang strategi pembelajaran. Asesmen formatif: asesmen sepanjang proses belajar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian pembelajaran. Asesmen sumatif: asesmen di akhir untuk menentukan level penguasaan kompetensi oleh murid.


Demikian pengimbasan Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum SMP - Angkatan 2.


Sumber Materi : https://gurubelajar-akm.simpkb.id/courses/bimtek-guru-belajar-seri-asesmen-kompetensi-minimum-jenjang-pendidikan-menengah-pertama-2/

Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 3 SD/MI

   Assalamu'alaikum Wr. Wb. 


Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 3 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 3 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.


Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini


Semoga dapat bermanfaat.

Wassalam.


Baca Juga : 

1. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 1 SD/SMP

2. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 2 SD/SMP

3. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 3 SD/SMP

4. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 4 SD/SMP

5. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 5 SD/SMP

6. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 6 SD/SMP

Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 2 SD/MI

  Assalamu'alaikum Wr. Wb. 


Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 2 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 2 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.


Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini


Semoga dapat bermanfaat.

Wassalam.


Baca Juga : 

1. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 1 SD/SMP

2. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 2 SD/SMP

3. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 3 SD/SMP

4. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 4 SD/SMP

5. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 5 SD/SMP

6. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 6 SD/SMP

Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 1 SD/MI

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. 


Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 1 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 1 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.


Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini


Semoga dapat bermanfaat.

Wassalam.


Baca Juga : 

1. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 1 SD/SMP

2. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 2 SD/SMP

3. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 3 SD/SMP

4. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 4 SD/SMP

5. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 5 SD/SMP

6. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 6 SD/SMP

Monday, January 18, 2021

Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 6 SD/MI

   Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 6 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 6 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini

Semoga dapat bermanfaat.
Wassalam.


Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 5 SD/MI

  Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 5 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 5 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini

Semoga dapat bermanfaat.
Wassalam.


Modul Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Kelas 4 SD/MI

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Modul pembelajaran bagi peserta didik merupakan Modul Belajar untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 4 yang mana didalamnya terdapat materi bacaan-bacaan dan berbagai aktifitas pembelajaran yang menarik serta terdapat soal-soal yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang terdaat pada modul.


Modul Pembelajaran ini, digunakan untuk mempermudah rekan-rekan guru, orang tua serta peserta didik dalam menerima dan mengajarkan ilmu untuk peserta didik, berikut ini saya sudah menyiapkan modul pembelajaran untuk kelas 4 SD yang dapat anda gunakan dalam pembelajaran jarak jauh nanti.

Pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa tetap perlu terselenggara dalam masa adaptasi kegiatan baru. Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali siswa dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan siswa untuk melalui masa adaptasi kegiatan baru. Ketika pembelajaran tak dapat diselenggarakan secara normal, muatan literasi perlu diintegrasikan dalam kegiatan harian siswa dengan keluarga mereka sehingga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Untuk yang membutuhkan silahkan Unduh di sini

Semoga dapat bermanfaat.
Wassalam.


Materi Perbandingan Kelas VII SMP

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kali ini saya akan membahas tentang materi perbandingan SMP. Dalam bidang pelajaran matematika, terdapat materi pembelajaran tentang  perbandingan. Materi perbandingan matematika ini masuk ke dalam salah satu golongan matematika aritmatika. Mari kita simak materi berikut dengan bersama-sama belajar.

Pengertian Perbandingan



Perbandingan adalah proses membandingkan nilai dari dua besaran sejenis. Perbandingan biasa dinyatakan secara sederhana dan dalam bentuk pecahan. Konsep perbandingan ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada skala.

1. Skala

Pernahkah kamu melihat skala? Jika kamu membuka peta, pasti kamu akan menemukan skala. Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta dan jarak sebenarnya. Biasanya, skala ditulis dengan awalan 1 : … Contoh skala adalah 1 : 500.000. Apakah Quipperian tahu arti 1 : 500.000?

Ingat, skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta dan jarak sebenarnya. Artinya, setiap 1 cm pada peta mewakili jarak 500.000 cm atau 5 km pada keadaan sebenarnya. Secara matematis, skala dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

Jp = jarak pada peta; dan

Js = jarak sebenarnya.

2. Faktor perbesaran dan pengecilan

Faktor perbesaran/pengecilan adalah perbandingan antara hasil perbesaran/pengecilan dan ukuran awal benda. Secara matematis, faktor perbesaran dan pengecilan dirumuskan sebagai berikut.

Persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai faktor perbesaran selalu lebih besar dari 1 (> 1). Sementara itu, nilai faktor pengecilan selalu kurang dari 1 (< 1).


Jenis-Jenis Perbandingan

Dilihat dari bentuknya, perbandingan dibagi menjadi dua, yaitu perbandingan senilai dan berbalik nilai. Lalu, apa perbedaannya?

1. Perbandingan senilai

Perbandingan senilai adalah perbandingan yang menunjukkan bahwa jika salah satu nilai variabel diperbesar, maka nilai variabel lain menjadi semakin besar. Contoh perbandingan senilai bisa kamu lihat di awal pertemuan materi ini, yaitu apakah bensin Andi mencukupi sampai rumah Virgo? Yuk, kita bantu Andi!

Problem solving!

  • 2 liter bensin bisa digunakan untuk menempuh jarak 50 km.
  • 0,5 liter bensin?

Jika saat ini bensin Andi hanya bersisa 0,5 liter, jelas jarak tempuh bensinnya menjadi lebih pendek, yaitu sebagai berikut.

Jadi, sisa bensin Andi masih cukup digunakan untuk menempuh jarak 12,5 km. Oleh karena rumah Virgo berjarak 10 km, maka dengan sisa bensin 0,5 liter Andi masih bisa sampai ke rumah Virgo. Mudah kan Quipperian?

2. Perbandingan berbalik nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan yang menunjukkan bahwa jika salah satu nilai variabel diperbesar, maka nilai variabel lain akan menjadi kecil. Misalnya, pembangunan suatu gedung memerlukan waktu 1 bulan dengan 20 pekerja. Jika pekerja ditambah, kira-kira pembangunan gedung menjadi semakin lama atau semakin cepat? Pasti semakin cepat, kan? Nah, itulah contoh penerapan perbandingan berbalik nilai.

Perbandingan Terkait Jumlah dan Selisih

Perbandingan terkait jumlah dan selisih biasanya digunakan untuk menentukan perbandingan umur, jumlah uang, dan tinggi badan. Contohnya sebagai berikut.

Contoh Soal

Ibu Budi baru saja melahirkan seorang bayi dengan tinggi badan 48 cm. Jika tinggi badan Budi 72 cm lebihnya dari tinggi badan adiknya, tentukan perbandingan tinggi badan Budi dan adiknya!

Pembahasan:

Dari soal diketahui informasi berikut.

Tinggi badan bayi = 48 cm

Tinggi badan Budi = 48 + 72 = 120 cm

Dengan mencari hasil bagi diperoleh:

Tinggi badan Budi : tinggi badan adik Budi = 120 : 48

Tinggi badan Budi : tinggi badan adik Budi = 5 : 2

Jadi, tinggi badan Budi dan adiknya adalah 5 : 2.

Itulah pembahasan sederhana tentang perbandingan, silahkan kalian bisa mencari lagi materi tentang perbadingan, sehingga kalian bisa melengkapi ilmunya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Monday, January 4, 2021

Cara Aktivasi Akun Pembelajaran belajar.id Kemendikbud

Akun Pembelajaran

Akun Pembelajaran merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.


Mengapa Memakai Akun Pembelajaran?

  1. Materi dan informasi dari Kemendikbud, akan dikirimkan ke alamat pos elektronik Akun Pembelajaran;
  2. Akun Pembelajaran akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi Kemendikbud ke peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan;
  3. Akun Pembelajaran akan digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud;
  4. Akun Pembelajaran yang sudah siap pakai dan sesuai struktur satuan pendidikan masing-masing pengguna.


Cara Aktivasi Akun Pembelajaran belajar.id Kemendikbud Untuk Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan

  • Dapatkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran dari Operator Satuan Pendidikan di sekolah Anda;
  • Buka halaman mail.google.com , lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang Anda dapatkan;




  • Anda akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran lalu mengganti akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran Anda;




  • Selamat! Anda sudah dapat menggunakan Akun Pembelajaran baru Anda.

Semoga dapat bermanfaat. Aamiin