Monday, February 22, 2021

Penggunaan Google Classroom Satu Server Dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 DI SMPN 7 Cibeber

 Oleh : Zulfian Yusmana, M.Pd


A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang adil dan sejahtera, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Tetapi, Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian peserta didik harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Letak geografis SMP Negeri 7 Cibeber Kabupaten Lebak merupakan sekolah di kawasan pegunungan tepatnya di daerah kawasan Cisitu. Karena keberadaannya berada di daerah pegunungan tersebut, wilayah Cisitu menjadi wilayah yang sulit untuk di jangkau serta wilayah yang rawan bencana, sehingga pendidikan agak kurang tersentuh. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh positif pun banyak didapatkan dari wilayah seperti ini keberadaan masyarakatnya yang memegang tradisi karena termasuk daerah kesepuhan, sehingga mempunyai potensi daerah kearifan lokal yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing sekolah dimana peserta didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua. Begitu juga di SMPN 7 Cibeber dengan model daring (dalam jaringan) yang digunakan bisa berjalan dengan baik walaupun dengan keterbatasan sinyal.

Menghadapi kondisi seperti ini, tentunya sekolah membutuhkan media yang cocok dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sehingga pada akhirnya guru dan peserta didik tidak kebingungan dalam memilih menggunaan media pembelajaran yang banyak ditawarkan dalam kodisi pandemi saat ini. 


B. Google Classroom Satu Server

Dalam memecahakan masalah di atas, maka harus memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran masa pandemi saat ini. Untuk itu, SMPN 7 Cibeber memilih media pembelajaran pokok yang digunakan dalam semua pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Pemilihan media pokok  ini dimaksudkan agar peserta didik tidak kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran, ini diakibatkan karena terlalu banyak aplikasi media pembelajaran online yang ditawarkan pada saat ini.  

Sehingga, pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh SMPN 7 Cibeber adalah Google Classroom. Google Classroom (Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi aplikasi pembelajaran campuran secara online yang dapat digunakan secara gratis. 

Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingan proses berbagi file antara guru dan siswa Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan distribusi penugasan, Google Docs, Sheets, Slides untuk penulisan, Gmail dan Google Meet untuk komunikasi, dan Google Calendar untuk penjadwalan. Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari Grup Whats App.

Untuk memudahkan memonitor kegiatan pembelajaran secara daring, maka kelas yang dibuat dengan menggunakan satu akun dimana akun tersebut merupakan server utama. 


Guru bisa bergabung dengan kelas yang telah dibuat dan membagikan kode kelas tersebut atau mengundang para siswanya. Setiap kelas (Mata Pelajaran) terdiri dari Guru (Wakasek Kurikulum dan Guru Mapel) dan Siswa Kelas.



Keunggulan penggunaan Google Classroom satu server diantaranya:
- keaktifan guru dan siswa dalam pemebelajaran daring mudah termonitor;
- Selain semua file masuk ke Google Drive pengajar, juga masuk pada Google Drive Akun server;
- Mudah mengelola tugas yang diberikan  oleh guru dan pengumuman penting dari sekolah;
- Mudah meninjau tugas-tugas;
- Mudah dalam berkolaborasi dalam mengerjakan tugas-tugas;
- Waktu Pengiriman tugas dan pengumuman bisa diatur;
- Gratis 100% tanpa iklan.
- Semua file tugas masuk ke google drive, tanpa takut penuh jika menggunakan Akun Pembelajaran (belajar.id)
- dan, banyak lagi keungulan-keunggulan dari GC yang mungkin tidak tersampaikan oleh penulis.


D. Penutup
Terlepas dari itu penggunaan Google Classroom satu server dengan pembelajaran secara online mengakibatkan kesenjangan. Sebab masih menjadi momok di masyarakat diantara yang dapat terlihat nyata adalah pemanfaatan internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia khususnya kabupaten Lebak artinya terdapat Kesenjangan akses on-line pada beberapa wilayah. sistem pembelajaran daring tidak dapat dilakukan secara maksimal. Profil peserta didik dalam pembelajaran daring harus memiliki motivasi belajar mandiri yang tinggi dan memenuhi komitmen belajar yang sungguh-sungguh.
Karakter peserta E-Learning mengarah pada kegemaran belajar dan melakukan kajian pengembangan diri.Kondisi peserta E-Learning adalah mereka yang membutuhkan materi pelajaran tanpa meniingalkan rumah

Ekspektasi dengan pembelajaran daring memang untuk memberikan kemasan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional. Mode seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian dilakukan secara daring tanpa harus tatap muka antara pengajar dan peserta didik. Namun konsep pembelajaran menuju pendidikan secara komperehensif masih dipertanyakan sebagian masyarakat yaitu dari sisi afektif dan psikomotorik. Secara harfiah syarat personal pengajar adalah harus dapat berinteraksi dengan baik dan lebih personal terhadap peserta didik dengan memperhatikan kemajuan peserta didik, dan membantu persoalan peserta didik yang dihadapi. Sehingga fenomena ini menjadi tugas pendidikan bagaimana mengadaptasi sistem konvensional ke arah pembelajaran daring.

Sebaik-baiknya pembelajaran yang sudah kita konsep pasti ada kekurangannya. Tidak ada gading yang tak retak.

Maju Pendidikan Kita.... Maju Untuk Semua Guru Indonesi...

11 comments:

tulisan informatif... lanjutkan terus berkarya.

Smpn 7 cibeber punya domain kan pak zul.
Klo punya pakai g-suite education lebih big data

Keren pak zul. Sukses terus ya pak.👍💪

Sukses master, sangat menginspirasi

Post a Comment