Poetry of Amora

Poetry of Amora

“Tak Lagi Tegar…..”

Semua rasa terukir dalam kalbu
tergores dalam lembaran jiwa
tentang satu sosok maya
terhembuskan perasaan rindu dalam hati

Kutanyakan pada malam dingin ini
tapi semuanya diam membisu….
Hingga langkah ini mulai tertatih lagi
lemas mencari topangan jiwa…….

Hati ini tak lagi tegar….
menahan goresan kerinduan
yang menusuk jiwa dalam hatiku

Akankah aku mati terbunuh sepi….?

Cikotok, July’07


“Kesempurnaan”

Kesempurnaan bukanlah dilihat dari fisik seseorang,,,,,
melainkan dari kesucian jiwa…
maka kupilih kau sebagai pendamping jiwaku….

Begitu juga kesempurnaan cinta
yang kau berikan kepadaku
kan kujadikan bulan sebagai penerang setiap malamku….

(Ketika kau tanyakan kesempurnaan, dan kau ragukan cinta)

Cikotok, July’07
“Berartinya….”

Andai bejana cinta ini bukanlah sesaat
mungkin air mata kerinduan tak habis sia-sia….

Mungkin hanya kamulah yang tau….
mengapa aku menggilaimu….
mengapa aku memimpikanmu….
dan mengapa aku mencintaimu….

Walau kita dipisahkan oleh waktu
kau tak terlihat….kau abstrak….
tapi kau lebih berarti bagiku….
bagi jiwa dan hatiku…..

Adakah disana kau menginginkan diriku…..?
Yang terpuruk dalam ketidaksempurnaan…..

Cikotok, July’07


“Anugerah terindah yang aku punya adalah saat memiliki rasamu, memanjakanmu seperti diriku sendiri…..”




“Kau….”

Seperti layaknya seorang musafir
yang terpuruk dalam kehausan
itulah diriku kini……

Tapi kau hadir….
di depan sosok lemah ini

Kau hapuskan dahaga ini
kau topang jiwa ini
yang gontai tertatih-tatih…..

Kaulah peri cinta itu….
yang menggangkatku dalam jurang keterpurukan…….

Cikotok, July’07


Ketika itu kau menjawab :

Aku akan menjadi matahari,
dan menjadi selimut hatimu……….

Tegarlah menembus malam,
walau kejauhan tak tergapai………




“Takut….”

Ketika malam kian larut
dan hati ini pun teriakan kerinduan
pada satu sosokmu….

Cinta ini t’lah berlabuh
sepenuhnya pada hatimu…
Dan…. aku inginkan dirimu
menjadi pendamping setiap langkahku…..

Cinta….aku tak mau kau menangis lagi….
aku inginkan kau bahagia
bersama cinta yang kupersembahkan padamu….

Sejujurnya… aku takut kehilanganmu…
kehilangan cinta sejatiku……

Cikotok, July’07


“Wahai kau….. adalah anugerah terindah, aku bisa mengenalmu...
walau aku tak sesempurna lelaki lain……namun aku yakin kau perempuan berhati tulus…….”.





“Sebuah harapan…..”

Kuberharap semua ini menjadi jiwa
yang dapat tegarkan hatimu
ketika kau gontai dalam melangkah
menuju masa depanmu…….

Keindahan hatimu…..
Terukir erat dalam lubuk hatiku
Saat jiwa ini mulai merapuh….
Kuberharap jiwamu s’lalu bersamaku

Saat heningnya raga ini
Kuingin kau hadir bersamaku
Dalam dinginnya kesendirian
Dan semu nya jalan hidupku

Senyumlah bersama langkahku
Jangan lagi bersedih….
Karna aku tak kuasa melihat air matamu
Dan aku harap kau satu dihati………

Cikotok, July’07




“Kau adalah……”

Andai ruang dihatiku terisi kau
Mungkin ku kan s’lalu tersenyum
Dan hari-hariku pun kan menjadi indah
Seperti itulah harapanku…….

Kau bagiku adalah api cinta….
yang hangatkan ketika aku dingin
dan terangi aku ketika dalam gelap

Kau adalah bintang malamku
yang hiasi ketika dalam langit gelapku
Kau adalah pelangi jiwaku
yang warnai cakrawala ragaku……

Cikotok, July’07


Ingin sekali kupeluk dirimu
manjakanmu setiap malamku
hingga dirimu merasa seorang ratu

Dan kan ku buatkan istana cinta di hatiku
Dan dirimulah tinggal di dalamnya…..




“Jiwa yang sempurna”

Kokohnya kepak sayap karna sosokmu
Tegarnya tulang-tulang karna dirimu

Kau adalah jiwa yang sempurna
jiwa yang s’lama ini mengangkatku
dalam keterpurukan asa……..

Kau bagiku napas dan detak jantungku…….

Dulu…. Aku terbang dengan sayap-sayap patah
Kini…. patah sayapku kau obati….
Dan…. dengan kekokohan…
Aku terbang menembus awan
Menuju nirwana cinta abadi…….

Tegarlah bersama cinta sejatiku
Senyumlah bersama kasih putihku
Hingga pada ujung jiwa kita berada……

Cikotok, July’07




“Kerinduan……”

Aku akan datang kepadamu,
seperti kerinduanmu untuk datang menjemputku……
Aku menyayangimu…
seperti senja rindukan malam dan malam rindukan fajar….

Merindukanmu…membuatku memimpikanmu
Kumohon bertahanlah disana
Sampai saat kita tiba tuk menjadi satu selamanya…

Berjanjilah….wahai pujaanku
Seperti elang yang s’lalu menanti senja
untuk terbang mengitari ujung langit…….

Detak nadi ini hanya milikmu
Tiap kedipan mata ini adalah harapan cinta kita
Aku membutuhkanmu…. seperti aku merindukan embun di setiap pagi yang menjemput fajar……

Kerinduan hati ini pun
hanyalah kepadamu…kepada jiwamu…kepada sosokmu…

Cikotok, Agustus ‘07




“Senja”

Dan malam menjadi saksi
ketika aku gelisah tak tertahan
meninggalkan senja kesendirian
dan…dingin ini kian terpatri…..

Senjaku tersiram air kesedihan
dan tawa ini terbakar keangkuhan
hingga kini cintaku masih samar
tak terasa dan hampa…….

Biarkan senjaku teriakan
s'muaperasaan yang galau
agar berat ini terhapuskan
dalm setiap langkah dan gerakku……

Cikotok, September ‘07




“Terpuruk”

Lemah lunglai tubuh ini
Tanpa sosokmu hadir di sampingku
Buntu fikirku tanpa senyum
dan tanpa tawa ceriamu………

Aku hanyalah sosok lemah
yang berdiri tanpamu….

Aku harap kau tau inginku
aku harap kau mengerti asaku…

Cinta…..s’karang aku terpuruk
Dalam galau langkah hidupku
Aku membeku dalam rasa kesepian tak tertahan
Jiwa ini kosong tak bertabuh irama senyum yang kudambakan……

Cinta…. aku tak bisa lagi warnai hari-hari ini
aku merasa tak berarti lagi…..
Cinta…. tetaplah bersamaku
aku sangat membutuhkanmu

Aku takut kehilangan senyumku bersama Cinta Kita

Cikotok, September ‘07


“Kesepian….”

Ketika malam dingin menyelimuti sekujur tubuhku..
aku menjadi kaku terbunuh sepi…..
kuberharap satu sosok cantik temani jiwa yang kosong ini..
Walau abstrak yang kurasakan……..

Sulit rasanya kupejamkan mata ini
menunggu kantukku belum datang…..

Malam ini dinginnya kian terasa….
ketika putaran jam kian larut
membawa diriku dalam keheningan malam….

Kucoba lagi bakar sebatang rokok filterku
kuberharap asap rokok ini tepiskan rasa sepi
dan dingin pada jiwa ini….
tapi ketika kuisap lebih dalam,
yang kudapat hanyalah khayalan semu
yang melayangdibenakku…..

Mungkin yang kubutuhkan bukan sebatang rokok
Tapi jiwa yang dapat menghibur diri ini……

Detik demi detik jiwaku mulai meronta-ronta…
Ingin keluar dari belenggu kesepian
Yang telah mengikat kedua belah hati yang terpatri

Sungguh…. hati ini terasa kosong…. galau ….. kalut….. dan bosan…..


Cikotok, September ‘07

0 comments:

Post a Comment